Uniqmanusia’s

Tinta Kecil Luapan Hati Anak Manusia

Mata Elang Itu Membius…

pada Desember 23, 2008

Surabaya 30 Oktober

Awalnya diri ini merasakan tak ada yang teristimewa untuk minggu ini. Selain memunaikan kewajiban-kewajiban yang telah menyita seluruh pikiran diri ini. Di hari itu, seperempatnya telah diri ini lalui dan kesemuanya sama seperti biasa.Tak ada teristimewa.

Jengah dengan keadaan yang sama. Akhirnya diri ini memutuskan untuk merehatkan diri ini sejenak di rumah singgah selama berjuang di Kampus Perjuangan. Dan setelah cukup lama, merehatkan beban pikiran serta merta pula diri ini untuk bergabung lagi dengan mereka. Keluarga kedua di kota Pahlawan.

Lagi, tak ada yang teristimewa. Tiap insan sibuk dengan kepentingan masing-masing. Hanya bunyi tuts keyboard yang terdengar. Bosan. Jengah. Pasti. Hingga pertemuan kecil itu baru dimulai ketika terik matahari telah menyingsing.

Lagi, lagi. Tak ada yang teristimewa. Pertemuan itu masih tetap sama. Gelak canda dan tawa hangatnya keakraban tiap insan masih tetap sama. Langgeng. (Alhamdulillah, semoga untuk selamanya). Tapi seketika jua di sela-sela pertemuan itu diri ini merasakan ada yang teristimewa. Walaupun itu tak berlangsung lama. Mungkin bagi yang lain itu tak bermakna namun bagi diri ini kala itu amat berarti.

Sorot mata elang itu sangat tajam. Diri ini merasakannya. Di kala sepersekian detik mata sayu ini sempat beradu pandang dengan mata elanng itu. Langsung seketika pertanyaan dalam benak diri ini pun bermunculan.

“Apa maksud dengan tatapan itu?, Apakah sudah lama dirinya memandangi diri ini?, Adakah yang salah dari diri ini?, Mengapa mata elang itu menatap diri ini setajam itu???”

Detik berganti menit, menit pun berganti jam. Di tenngah menjemukannya pertemuan siang itu, diri ini pun tenggelam dengan pertanyaan yang tak jua diri ini temukan jawabannya. Hingga kekonyolan-kenyolann kecil dari pertemuan itu membangunkan diri dari lamun yang tak berujung.

Hingga untuk kedua kalinya, diri ini menemukan lagi mata elang itu lekat menatap diri. Seakan membius mangsanya, tatapan itu taja, tapi tak banyak orang yang tahu.

Duhai…Elang….

Adakah yang dirimu sembunyikan…

Jika, firasat ini benar….

Beri tahukan apa rahasia itu….

Agar diri ini tak semakin larut dengan tanya…..

(NB:Terinspirasi dari suatu kisah seorang teman)


2 responses to “Mata Elang Itu Membius…

  1. nurochman berkata:

    hayooo…si mata elang itu siapa ….
    tambahsyip ae adikku yang satu ini…

  2. lutfiana berkata:

    geelaaa………
    Mata GARUDA aja nenk!! biar LEBIH INDONESIA, elang mah punya negara laen…
    ono2 ae arek iki.. sadar2…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: