Uniqmanusia’s

Tinta Kecil Luapan Hati Anak Manusia

Tulisan Kecil Itu, Akan Abadi….

Seperti biasa….

Beberapa waktu lalu ide iseng itu timbul begitu saja. Hingga diri ini pun beriniasitif untuk bermain dengan kata-kata hingga merangkainya menjadi suatu rangkaian kalimat yang menarik. Sebelumnya diri haturkan bagi rekan-rekan sebuah kata maaph dan terima kasih telah mengisi relung hidup kala itu, sehingga diri ini pun berinisiatif untuk mengabadikannya menjadi sebuah kisah. Dan kisah ini terinspirasi dari seorang teman yang hampir kala itu menyita seluruh raga dan pikiran.

Dan setelah merampungkannya maka diri ini pun berinisiatif untuk mengikutsertakan dalam suatu ajang. Yach….seperti biasa…iseng….

Dan Syukur Alhamdulillah tulisan itu memang akan abadi nyatanya. Hingga nantinya tulisan kecil itu akan banyak dikenang orang banyak. Karena nantinya akan bersanding bersama dengan kisah-kisah lainnya. Yang tak kalah seru, lucu bahkan mungkin memilukannya….

Tulisan kecil itu:

Sobat…..

Diri ini berharap ketika dirimu telah membaca ini, rasa itu akan berubah menjadi lebih baik. Karena sejujurnya diri ini masih mengharapkan dirimu untuk dapat mencintai diri ini.

Sobat….

Entah mulai kapan diri ini menaruh rasa istimewa itu terhadap dirimu. Segala sesuatunya mengalir begitu saja, bahkan panggung sandiwara dunia pun seakan ikut mendukung. Karena selalu meminta kita untuk memainkan lakon kehidupan yang bersamaan, sehingga mau atau tidak diri ini selalu terikat tapi tak mengikat dengan dirimu.

Waktu pun terus berputar tiada hentinya, hingga tiada terasa sudah cukup lama diri ini memendam rasa istimewa itu sendirian. Angan dari diri ini pun terus melambung tinggi akan dirimu dan lamunan akan masa depan yang tergurat dengan jelasnya. Bahkan diri ini mulai berani untuk bermimpi akan kebahagiaan di masa depan dapat diraih bersama dirimu dalam sebuah mahligai perkawinan.

Akan tetapi, kenyataan nampaknya tak mau beriringan dengan khayalan serta mimpi diri ini. Karena di saat diri ini semakin dalam mencintai dirimu, di saat yang sama pula diri ini merasakan bahwa dirimu seakan terus menjauh. Dan itu nampak jelas dari perilakumu bahkan komunikasi diantara kita hampir tak ada lagi.

Oleh karena itulah, rasa itu terus saja diri ini pendam sendirian, sehingga tiada terasa waktu yang berjalan telah cukup lama. Hingga tanpa diri ini sadari bahwa begitu lama pula hari-hari yang telah diri ini lalui dengan tangisan. Dan tangis itu selalu pecah dikala diri ini merindukanmu, dikala dirimu tak mempedulikan adanya diri ini bahkan tangisan yang mengharapkan dirimu mengerti apa yang diri ini rasakan terhadapmu.

Tak banyak yang dapat diri ini perbuat untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik, karena ada jarak yang semakin lebar membentang. Dan batas diantara kita berdua untuk saling berkomunikasi nampak jelas. Jujur, diri ini semakin tersiksa karena keadaan yang demikian. Hingga timbul keberanian dari diri ini untuk mengutarakannya kepada dirimu. Awalnya diri ini ragu, akan tetapi hati ini seakan tak sepaham dengan pikiran yang kala itu masih menganggap hal itu tak sepatutnya dilakukan.

Keputusan besar telah diambil, diri ini akhirnya mengungkapkan relung hati, walaupun itu terkesan secara implisit, tapi diri ini yakin bahwa tujuan dari pesan singkat itu dapat ditangkap oleh dirimu.

Dalam doa kala itu, diri ini berharap balasan dari pesan singkat itu membawa kabar bahagia. Akan tetapi lagi-lagi kenyataan tak mau sejalan berdampingan dengan harapan diri ini. Sontak diri ini seakan tak percaya akan balasanmu kala itu.

Hingga tanpa sadar bulir-bulir air mata terus mengalir semakin deras dari pipi hingga diri ini tak sanggup lagi untuk membendungnya. Sekujur tubuh pun terasa lemas, gontai tak bertuan hingga diri ini pun merasakan kehampaan dalam hidup. Dan hingga kini kata demi kata itu masih tersimpan dengan baik dalam memori diri.

“Aku masih belum tahu apakah dirimu ataukah dirinya yang akan menjadi jodohku.

Pintaku janganlah berlebihan dan janganlah terlalu berharap.”

Sobat….

Walaupun dirimu telah memperlakukan diri ini sedemikian. Jujur diri ini tak kan marah apalagi membenci dirimu karena semuanya tak sanggup diri ini lakukan. Diri ini juga sadar bahwa tak ada yang teristimewa dari diri ini jika dibandingkan seseorang yang pernah menjadi pujaan dalam hati mu. Tapi pintaku, ijinkan diri ini untuk dapat meneguk buah kebahagiaan dengan mencintai dirimu hingga dirimu dapat merasakan hal yang sama.

Surabaya 10 September 2008

Yach…walaupun kisah itu akan diabadikan dengan kisah yang lainnya. Akan tetapi kisah itu akan menjadi abadi dalam benak diri….InsyaAllah….

Tinggalkan komentar »

Ide Gila Datang, Hal Konyol Pun Tercipta

Bermula dari ide gila yang diutarakan seorang teman lewat sebuah sms  Akhirnya diri ini memutuskan untuk menuruti ide gila dan konyolnya…
Diri ini pun mulai ber sms ria dengan beberapa orang rekan untuk menuruti ide gila dan konyol itu…
“Gambarkan tentang dengan satu kata…
HANYA SATU KATA”, jari-jemari ini dengan lihainya menekan huruf-huruf itu hingga terangkai menjadi sebuah kata dan pesan singkat itu diri kirimkan satu per satu pada reka-rekan terdekat. Hingga nada sms, pertanda adanya pesan baru pun serig kali terdengar, dan kemudian  satu per satu dibaca oleh diri ini….
Sontak diri ini terkejut dan tertawa ketika mebaca pesan tersebut…..
Hingga kekecewaan itu datang ketika membaca pesan dari orang yang amat sangat diri ini tunggu jawabanya kala itu. Hanya empat huruf yang dikirimya, untuk menggambarkan diri ini. Hingga tanpa sadar bulir-bulir air mata itu jatuh tanpa terasa. Kecewa???Yach  itulah hal yang diri ini rasakan.
Hingga satu pertanyaan muncul dalam benak diri, apakah diri ini seperti apa yang mereka katakan???Apakah diri ini seburuk itu??? Ataukah diri ini sebaik yang mereka katakan???
Entahlah…diri ini sudah tidak mau memusingkannya lagi….walau sempat ada rasa kecewa itu…..

Karena sudah tidak ingin terlalu larut dalam kesedihan, akhirnya pun diri ini mulai menganalisa satu persatu penggambaran yang dilontarkan oelh reka-rekan kala itu….

1.Kurus Kerempeng…
Kata-kata hampir mendominasi di setiap pesan yang terkirim oleh    rekan-rekan kala itu. Tapi diri ini juga tak dapat memungkiri bahwa diri ini memang begini adanya, kurus kerempeng. Maklumlah diri ini memang males untuk makan apalagi ketika masalah makin menumpuk tugas makin menggila.    Hingga tak jarang pula diri ini terserang sakit….
Whehehehe….^_^”
2. Aneh
Yach, hampir setiap orang mengatakannya. Diri ini juga bingung, apa yang aneh dengan diri ini? Mungkin ada yang bisa menjelaskan apa yang aneh dengan diri ini???
3. Cengeng
Kalau untuk hal yang satu ini, memang tidak perlu ditutupi lagi. Diri ini termasuk orang yang berkategori cengeng. Tapi hal ini sering kali diri tutupi di depan orang kebanyakan hingga orang kebanyakan mengetahui diri kuat tegar tahan badai. padahal sebenarnya tidak. Diri cukup rapuh bak sebuah ilalang. Rapu
4. Pasrah
Pasrah dengan keadaan jika bertemu dengan permasalahan yang kian meruncing. Jika sudah demikian, maka untuk penghilang rasa penat satu-satunya adalah menangis.
5.Maaph
Kata-kata ini sering kali diri ini lontarkan ketika lelaku dari diri ini salah atau hanya tutur ucap yang mungkin tak berkenan di hati orang lain. Bukannya hanya sekedar ucap yang sering kali lontar. Melankan penuturan yang tulus ikhlas dari ini. Jika orang lain beranggapan mudah sekali diri ini mengutarakan kata maaph ,tak lain karena diri ini hanyalah manusia biasa yang sering kali khilaf…
Bukan hanya untuk sekedar main-main belaka.
6. Rajin
Maybe Yes Maybe No…
No comment
7.Dermawan
Mungkin rekan satu ini yang menuturkan hanya berlebihan karena nyatanya diri ini hanya manusia biasa.
8. Berharga
Itulah kata yang dilontarkan seorang teman yang tinggal di tempat yang jauh. Namun keberadaanya masih tetap saja dekat. Dirinya mengatakan  bahwa diri ini sangat berharga bagi dirinya untuk seorang teman. Dan ketika alasan itu keluar dari dirinya air mata pun sontak menetes membasahi lesung pipi.
9. Muslimah
Y Pasti….Hingga akhir hayat diri ini tentunya
Kata ini dikirimkan oleh seseorang yang hingga kini raganya pun belum diri ini jumpai. Akan tetapi dirinya selalu bersedia menampung segala keluh kesah diri ini. Memberikan nasehat bijaknya kala diri ini mengalami keterpurukan. (Terima kasih banyak telah menjadi pengingat)

Pertanyaan selanjutnya, setelah membaca artikel ini. Terserah bagaimana rekan-rekan mengambarkan tentang diri ini.
Karena sejatinya diri ini adalah manusia biasa yang tak luput dari segala khilaf ^_^”

1 Komentar »

Benarkah Diri ini Kalah????

Tulisan kecil ini, semula diri ini tulis untuk mengikuti sebuah ajang perhelatan untuk penulis tentang kepemudaan. Dengan dibantu oleh seorang suhu(Guru)yang senantiasa membantu diri ini untuk memperbaiki hingga menjadi yang terbaik tentunya…..

Tapi apa daya….

Semua tinggal impian…

Ternyata tulisan kecil ini, belum dapat bersanding dengan tulisan yang lainnya…

Tak perlu panjang kata lagi…

Ni, tulisan kecil itu:

Kaum Muda Yang Bertahta

Oleh: Siti Makkatur Rohmah*1

Pemuda bukan sekedar pajangan

Pemuda bukanlah barang dagangan

Karena pemuda adalah aktor utama serial bangsa

Aktor utama yang membasmi kezaliman dan kemusyrikan2

Membicarakan seorang pemuda memang tiada habisnya. Karena pemuda adalah entitas yang tidak terpisahkan dalam sejarah perjalanan bangsa ini. Pemuda adalah milestone peristiwa-peristiwa penting yang dialami bangsa ini. Hal ini disebabkan karena secara psikologis pemuda lebih identik dengan remaja dan dewasa awal, dimana pada tahap perkembangan ini manusia berada dalam tahap peralihan dan cenderung bersifat memberontak. Selain itu para pemuda biasanya memiliki sifat penuh dengan inisiatif, kreatif, cenderung antikemapanan, dan penuh dengan segala intrik yang bertujuan untuk membangun kepribadian. Alasan kedua lebih kepada jiwa yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan, pemuda tidak lagi dibatasi oleh usia dan perkembangan psikologis. Bisa jadi secara fisis seseorang memiliki tubuh yang muda namun secara mental ia berpengalaman dan dapat diadu dengan kaum tua.

Sejarah pun membuktikan, karakteristik unik yang dimiliki oleh pemuda ini diakui atau tidak telah memberikan catatan penting dalam sejarah dunia. Banyak tokoh-tokoh muda yang berhasil mencapai tampuk singgasana kepemimpinan dalam usianya yang belia dan dicatat sejarah dengan tinta emas karena telah memberikan gebrakan baru dan revolusioner.

Diantaranya adalah, pemuda priyayi Kusno Sosrodihardjo atau yang lebih dikenal Soekarno, usianya yang belum genap 45 tahun ketika ia dan sahabatnya, Mohammad Hatta, memproklamirkan kemerdekaan negeri dengan arkipelago terbesar di dunia. Selanjutnya duet maut ini membuat keputusan-keputusan kontroversial yang membuat Indonesia, sebagai negeri yang masih muda, semakin disegani dan dihormati oleh dunia.3

Setelah Soekarno, muncullah nama Soeharto yang juga merupakan seorang perwira muda. Usianya belum genap setengah abad ketika ia dengan strategi cerdas mencoba mengurai masalah politik tanah air yang kusut pasca Gestapu. Namanya pun melejit dan menggantikan Soekarno dalam usia yang masih muda pada 27 Maret 1968. Manuver politiknya yang cerdas –sekaligus kejam dan emosional, khas kaum muda- berhasil menciptakan stabilitas ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Nusantara. Cita-cita pembangunannya yang menggebu juga menjadi milestone penting perkembangan bangsa ini. Mengenai dosa politiknya setelah tiga puluh dua tahun memimpin, itu urusan belakang.4

Di Amerika Serikat, kepemimpinan kaum muda dirasakan salah satunya pada era pemerintahan William Jefferson Clinton alias Bill Clinton, Presiden AS ke-42, yang masih berumur 47 tahun pada 20 Januari 1993. Pada masa pemerintahan Clinton, rakyat AS menikmati perdamaian dan kesejahteraan ekonomi yang lebih besar dibandingkan dengan periode manapun dalam sejarah AS. Clinton adalah presiden dari partai Demokrat pertama sejak Franklin D. Roosevelt yang berhasil menjabat selama dua masa jabatan.5

Dalam sejarahnya, perkembangan Islam juga dipenuhi banyak pemimpin muda. Salah satu yang terkenal adalah Salahudin Al-Ayubi atau tepatnya Sholahuddin Yusuf bin Ayyub, atau Saladin menurut lafal orang Barat. Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyah yang kekuasannya mencakup Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah Hejaz dan Diyar Bakr. Nama Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinannya, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat era Perang Salib. Selain pemimpin militer yang disegani, Salahuddin juga adalah seorang ulama dan cendekia yang cemerlang. Beliau banyak memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud.6 Tidak dapat dipungkiri, Salahuddin adalah sosok pemimpin yang integral. Ia adalah salah seorang pahlawan besar dalam tarikh Islam, yang bukan hanya dikagumi rakyat dan pasukannya, melainkan juga sangat dihormati musuh-musuhnya. Seperti yang digambarkan dengan apik dalam karya sastra Eropa, salah satunya adalah The Talisman (1825) karya Walter Scott dan naskah film Kingdom of Heaven yang ditulis oleh William Monahan.

Pemuda Indonesia Saat Ini

Bagaimana keadaan pemuda Indonesia dewasa ini? Ironi memang jika harus menjawab pertanyaan tersebut. Karena realitanya mesih sedikit pemuda Indonesia yang masih peduli dengan negaranya. Sebagian besar yang lain, masih terlena dengan arus modernisasi yang memang gilap gemerlap itu.

Memang modernisasi menjadi semacam pedang bermata ganda bagi generasi muda bangsa ini. Sebuah hal yang paradoks, patut disyukuri atau malah suatu hal yang harus ditangisi. Bagi sebagian pemuda modernisasi menjadi lahan untuk mengembangkan diri dan membuat martabat bangsa ini kembali pulih di zaman yang semakin borderless ini. Tetapi modernitas juga menyisakan perilaku-perilaku hedonik yang terlihat sangat keren di hadapan jutaan mata muda negeri ini. Gue banget deh!

Saking silaunya, sebagian pemuda pun terlena. Akhirnya lemas malas tindas terlibas oleh budaya asing yang memang tidak difilter. Bagi sebagian lain yang masih bersuara lantang dan kritis terhadap keadaan pun semakin diasingkan. Teralineasi. Hal ini pun seakan diperjelas, dengan contoh nyata yang yang terjadi di lapangan. Hematnya pemuda bangsa ini dapat dibagi menjadi dua golongan, pertama adalah golongan pemuda yang masih menjaga egonya untuk tetap kritis dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Kelompok lainnya adalah kelompok apatis hedonik yang larut dalam balutan baju ready-to-wear dari Zara atau mabuk dalam dentuman musik house dan trance. Kelompok kedua ini tidak sadar bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat penggangguran terbuka (TPT) pada Februari 2005 saja di Indonesia sudah mencapai angka 10, 3 persen, lebih tinggi dari Agustus 2004 yang hanya sebesar 9,9 persen. Masih banyak yang harus dipikirkan dari sekedar hura-hura.

Selain itu pula, masih adanya jarak pemisah antara pemuda kota dengan pemuda desa, sehingga mereka cenderung kurang peka terhadap negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini. Berdasarkan data Susenas 2006, jumlah pemuda Indonesia tahun 2006 mencapai 80,8 juta jiwa atau 36,4 persen dari total penduduk, sebuah jumlah yang luar biasa. Komposisinya sendiri terdiri dari 40,1 juta pemuda laki-laki dan 40,7 juta pemuda perempuan. Jika dilihat menurut daerah tempat tinggal, tampak bahwa pemuda yang tinggal di pedesaan jumlahnya lebih banyak daripada pemuda yang tinggal di perkotaan yaitu 43,4 juta berbanding 37,4 juta.

Jika dalam realitanya masih banyak pemuda yang terlena maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemuda Indonesia saat ini cenderung sibuk memikirkan dirinya sendiri. Sehingga seakan sudah tidak peduli lagi dengan keadaan bangsa dan negaranya. Padahal negara ini membutuhkan para pemuda yang dapat memberikan kontribusi nyata pada negeri ini. Karena pemuda merupakan sekolompok orang yang berada pada garda depan pembangunan bangsa ini.

Tongkat Estafet Kepemimpinan Selanjutnya

Salah satu ciri kepemimpinan kaum muda adalah berani membuat gebrakan, tanpa harus terlalu dipusingkan oleh seberapa besar risiko yang akan ditanggung kemudian. Hal inilah yang pada gilirannya memang seringkali memunculkan penilaian negatif bahwa kaum muda cenderung grasa-grusu, sedangkan kaum tua lebih bijaksana. Padahal, penilaian semacam itu bisa dibalik dengan melihat sisi positifnya. Misalnya, kecenderungan itu menunjukkan bahwa kaum muda lebih cepat merespon dan mengantisipasi masalah yang timbul dibandingkan kaum tua.

Sekedar berkaca pada sejarah masa lalu, Soekarno dengan usianya yang relatif muda telah yang menganut ideologi pembangunan ”berdikari” atau berdiri di atas kaki sendiri. Soekarno muda yang gagah dengan gingsul manis di senyumnya itu dengan gagah mengejek Amerika Serika; go to hell with your aid! Melambangkan semangat muda mandiri yang bergelora.7

Mungkin bagi sebagian orang yang ada pada masa itu, tindakan yang dilakukan Soekarno kurang rasional. Akan tetapi berkat ini pula, yang mengobarkan semangat revolusi bangsa ini serta beberapa negara berkembang lainnya serta merta mengantarkan bangsa ini mencicipi manisnya hidup yang sejahtera.

Ciri kepemimpinan kaum muda lainnya adalah, memiliki integritas yang mendalam dan mengagumkan. Para pemimpin muda selalu punya komitmen tinggi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat tanpa embel-embel syarat dan prasyarat yang mengarah kepada kepentingan pribadi. Agak aneh memang, sejarah mencatat; dibandingkan dengan kaum tua, lebih banyak kaum muda yang terbukti ikhlas dalam memperjuangkan kepentingan umum (baca: bangsa).

Para pemimpin muda biasanya juga relatif lebih tidak terikat pada masa lalu ketimbang kaum tua. Hal itu menyebabkan kaum muda lebih leluasa melakukan gebrakan perubahan tanpa harus terkungkung rasa ewuh pakewuh. Dalam kaitan itu, pemimpin yang berasal dari kalangan kaum muda relatif lebih innocent dan bersih dari dosa masa lalu sehingga lebih dapat diharapkan mampu melakukan kerja-kerja perubahan ke arah perbaikan.

Para pemimpin muda yang muncul ke publik biasanya juga merupakan pribadi-pribadi terpilih yang memiliki keunggulan komparatif yang tidak biasa. Maka pastilah para pemimpin muda pasti bukanlah seorang tokoh yang muncul secara tiba-tiba alias pemimpin karbitan. Ia pastilah tokoh yang memang layak menjadi pemimpin dengan pengalaman luar biasa di belakangnya. Ditempa oleh berbagai pengalaman dan ujian yang kemudian meloloskannya ke kancah publik.

Usianya boleh muda, tetapi pastilah kata perjuangan telah hadir dalam kamus hidupnya jauh lebih dini dibanding orang-orang dari generasinya, bahkan bisa jadi lebih awal dibanding orang-orang dari generasi sebelumnya.

Setelah 10 tahun reformasi bergulir pentas politik nasional masih banyak didominasi oleh nama-nama politisi tua –yang dalam sejarahnya hanya mampu memunculkan kekecewaan baru dan harapan semu tentang keadilan dan kesejahteraan masyarakat yang tak kunjung terwujud. Maka dengan ini dirasa perlu adanya sebuah bibit baru. Negeri ini butuh sekumpulan pemimpin cerdas dari kaum muda yang segar dan bersemangat.

Apalagi, dalam bukunya yang terbaru Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan Indonesia, Amien Rais sendiri telah secara gamblang mendukung kepemimpinan kaum muda tersebut.8 Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault, pun turut serta mendorong pemuda menjadi pemimpin, namun masyarakat jangan asal memilih pemimpin muda dan hanya melihat dari segi usianya saja tetapi juga harus melihat kemampuannya.9

Pertanyaannya sekarang, bagaimanakah kesiapan kaum muda menyambut sodoran tongkat estafet kepemimpinan bangsa itu? Jawaban untuk pertanyaan itu tentu saja tak cukup hanya dengan kata-kata akan tetapi dengan bukti nyata. Negeri ini membutuhkan suasana baru dalam singgasana kepemimpinan. Karena negeri ini sudah terlalu jengah dengan imperialisme modern yang terus mengakar.

Jika saja, euforia kepemimpinan itu ada di dalam pesta demokrasi mendatang, diharapkan ada beberapa kaum muda dengan wajah yakin dan sumringah yang bertekad untuk memimpin negeri ini. Rakyat tentunya menghendaki adanya angin segar perubahan untuk perbaikan di masa yang akan datang, hingga nantinya tak akan ada lagi jerit tangis ibu pertiwi. Karena tidak lama lagi bangsa ini akan mengulang lagi masa-masa kejayaannya. Semoga.

Referensi :

Brown, Collin. A Short History of Indonesia; The Unlikely Nation. Allen&Unwin: 2003

Rais, Amien. Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan Indonesia. Mizan & PPSK. Yogyakarta: 2008.

Taylor, Jean Gelman. Indonesia; People and Histories. Yale University Press. 2003

National Geographic Indonesia edisi Agustus 2008.

http:www.ginandjar.com/public/08KepeloporandanKepemimpinan

http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2005/07/01/brk,20050701-63290,id.html(jumlah data pengangurandi Indonesia)

———–http://id.wikipedia.org/wiki/Bill_Clinton

———–http://id.wikipedia.org/wiki/Saladin

———–http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/

———-http://www.sinarharapan.co.id/berita/0804/26/nas06.html

1 Penulis adalah mahasiswa Fakultas MIPA ITS Surabaya

2 Mengutip sajak Ahlul Badrito Resha (mahasiswa Fak Hukum UGM), http://rito.rumahblog.com/

3 Taylor, Jean Gelman. Indonesia; People and Histories. Yale University Press. 2003

4 Brown, Collin. A Short History of Indonesia; The Unlikely Nation. Allen&Unwin: 2003.

7 National Geographic Indonesia edisi Agustus 2008.

8 Rais, Amien. Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan Indonesia. Mizan & PPSK. Yogyakarta: 2008.

9 Disamapaikan pada Pertemuan Senat Mahasiswa Se-Jawa Tengah di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jumat (25/4)

Walaupun rasa kecewa itu pernah ada. Karena tulisan ini belum dapat bersanding dengan tulisan yang lain. Tapi kini diri ini sudah ikhlas menerima….
Karena sejatinya penulis bukan dilihat dari betapa banyak penghargaan yang diraih melainkan berapa tulisan yang pernah ditulis…..

2 Komentar »

Ada Yang Tahu Makna Cinta????

Mungkin pertanyaan nich dah lazim ditanyakan oleh kebanyakan orang…

Tapi tetap saja pertanyaan nich belum punya jawaban yang jelas, runut hingga dapat diterima oleh akal yang sehat. Kebanyakan orang yang pernah mengalaminya (orang-orang terdekat dari diri ini yang baru saja pernah mengalaminya) terkadang mereka bahagia luar bahagia. Bak para pemenag lotre yang baru saja mendapatkan undian milyaran rupiah. Tapi banyak pula dari mereka yang hingga saat ini berlumuran air mata, menangisi, menyesali segala yang terjadi hingga ada pula yang sempat patah arang, tak bernyawa.

Ingin rasanya tuk dapat membantu mereka meyelesaikan masalah itu hingga senyum dari mereka pun dapat diri ini temukan lagi nantinya….

Tapi apalah daya yang bisa diri ini lakukan…toh diri ini hanya manusia kecil yang tak berdaya. Mengatasi masalah diri sendiri pun masih kalang kabut, hingga berat terasa walaupun hanya untuk sebuah senyuman yang mungkin bagi orang lainlebih bermakna….

Walaupun demikian, diri ini ingin sekali melihat orang-orang disekitar dapat tersenyum bahagia tidak seperti diri ini…

(masih tahap editing, insyaAllah bakal mo dilanjutin)

2 Komentar »

Mitos-Mitos Menulis

Ada banyak mitos yang bisa menghalangi Anda untuk menulis. Mitos seringkali sangat mempengaruhi pola pikir kita. Padahal belum tentu sebuah mitos seratus persen benar. Anda cukup lihat dengan sudut pandang yang berbeda, maka mitos itu tidak akan menghalangi Anda untuk menjadi penulis yang handal.

Ada banyak mitos yang bisa menghalangi Anda untuk menulis. Mitos seringkali sangat mempengaruhi pola pikir kita. Padahal belum tentu sebuah mitos seratus persen benar. Anda cukup lihat dengan sudut pandang yang berbeda, maka mitos itu tidak akan menghalangi Anda untuk menjadi penulis yang handal. Di sini akan dibahas beberapa buah mitos yang mengkin mengurungkan niat Anda untuk menulis.

Mitos 1 : Menulis membutuhkan BANYAK waktu
Hal ini sangat mengganggu terutama untuk orang yang baru mencoba menjadi penulis. Orang yang sangat sibuk tentu akan bingung membagi waktunya untuk menulis. Boro-boro menulis, pekerjaan kantor menumpuk di meja kerja, pekerjaan rumah tangga bejibun banyaknya, mengurus anak, dan segala macam urusan lainnya. Bahkan penulis yang sudah senior pun kadang susah menyempatkan diri mencari waktu untuk menulis.

Selain itu orang enggan menulis, karena membayangkan harus menulis sebegitu tebal, berapa lama waktunya, kapan selesainya. Ada benarnya menulis itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Beberapa penulis membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan tulisannya.

Tetapi sebenarnya Anda bisa membagi waktu yang sangat lama itu dalam waktu yang singkat tapi KONTINU. Anda dapat meluangkan waktu sedikit saja untuk menulis. Anda bisa lakukan itu saat menunggu antrian di salon, waktu naik kendaraan umum, atau Anda bisa saja mengurangi menonton sinetron tidak keruan yang ditayangkan di TV. Dengan waktu yang pendek tapi KONTINU maka Anda akan dapat menyelesaikan tulisan Anda dengan baik

Mitos 2 : Anda harus menulis sesuatu yang spektakular.
Banyk orang enggan menulis buku karena beranggapan mereka harus menulis sesuatu yang sensasional, dan tidak boleh yang kacangan. Mungkin ini ada kaitannya dengan gengsi. Pada dasarnya, setiap orang bebas menulis apa saja. Tidak melulu harus menulis sesuatu yang sangat rumit. Jika Anda menulis sesuatu yang sederhana pun, tidak menjadi masalah. Bila Anda bisa menuliskan dengan baik dan menarik, maka topik yang paling sederhana pun akan menjadi cerita yang menakjubkan.

Mitos 3 : Anda harus menjadi pakar sebelum bisa menulis
Ini adalah anggaan yang salah. Setiap orang berhak dan bisa menulis buku. Anda tidak harus menjadi seorang seorang ahli dalam bidang tertentu sebelum “boleh” menulis buku. Kata “boleh” saya beri tanda petik, karena ada beberapa orang yang beranggapan kalau menulis buku nanti kalau sudah jadi profesor baru berani menulis. Ini adalah anggapan yang salah, menulislah bahkan sewaktu Anda masih belajar. Apakah Anda pernah membaca buku Rich Dad Poor Dad? Apakah penulisnya menulis buku itu pada saat berlimpah kekayaan? Sama sekali tidak, justru ia menulis buku itu waktu sedang dalam keadaan melarat.

Mitos 4 : Anda harus menghasilkan tulisan yang sempurna
Mitos ini masih berkaitan dengan mitos sebelumnya, yaitu Anda harus menjadi pakar dulu baru “boleh” menulis. Lucunya, banyak orang sudah jadi pakar, tetapi malah belum menulis juga. Kenapa? Takut tulisannya tidak berbobot, gengsi kalau salah tulis, bahkan ragu apakah tulisannya layak dibilang tulisan yang baik. Seorang Stephen R Covey pernah menulis 7 Habits of Highly Effective People. Sekarang ia menulis The 8th Habit. Berarti apa yang ia tulis dahulu belumlah lengkap. Tidak masalah, bahkan ia bisa menjual ketidaksempurnaannya menjadi dua buah buku. Apakah ia akan menemukan ketidaksempurnaannya lagi sehingga menulis The 9th Habit? Why not?

oleh Didik Wijaya
Copyright Penerbit Escaeva

Note: Tulisan ini di sadur dari Penerbit Escava

Tinggalkan komentar »

Keluarga Kecil Itu, ITS Online

Setelah beberapa tahun berdomisili di Surabaya tuk meraih masa depan, akhirnya diri ini menemukan keluarga kecil yang lain, yakni keluarga ITS Online. Dimana dengan keluarga nun kecil itu, diri ini merasa nyaman karena memiliki family seperti mereka.

Memang diantara kami tak ada ikatan darah ataupun hubungan keluarga,(kecuali Pak Johan dan Yudha, mereka bersaudara) akan tetapi hal itu tak menjadi masalah bagi kami karena kami telah memiliki yang lebih kuat dari pada itu, yakni ikatan batin yang dimiliki satu dengan yang lainnya.

Kami pun seakan tak lagi peduli dari mana kami berasal dan bagaimana latar belakang satu dengan yang lainnya. Karena saat ini kami telah menjadi telah satu, satu keluarga. Walaupun tak ada pengakuan resmi untuk itu, tapi saya pribadi yakin tiap-tiap personal akan beranggapan sama seperti diri ini. Menganggap bahwa keluarga kecil itu ada di Lantai 6 Perpustakaan Pusat ITS.

Mungkin orang lain, beranggapan ruangan yang terletak paling pojok kanan setelah keluar dari lift lantai 6 adalah sebuah kantor, walaupun dengan ruangan yang sangat terbatas tentunya. Tapi bagi kami, ruangan yang berukuran mini ini adalah rumah kedua bagi kami, yakni penghuni ITS Online.

Tak ada ubahnya dengan kantor-kantor keredaksian lainnya. Yang ada hanyalah meja redaksi untuk rapat beserta kursinya, beberapa komputer lawas salah satu sarana yang dimiliki keluarga kecil ini untuk menunaikan kewajibannya, yakni menulis berita (selain nonton film ataupun sekedar ngenet tentunya) serta ruangan kecil untuk melepaskan penat ataupun menunaikan shalat. Memang tak ada perabotan lux atau mewah di dalamnya, tapi bagi kami itu semua serasa sudah cukup.

Layaknya sebuah keluarga, dengan ruangan yang berukuran ……ini kami bercengkrama satu dengan yang lain. Dan biasanya, dimulai dari sekedar cerita-cerita kecil penghilang rasa penat seharian, humor-humor kecil yang terlintas karena melihat polah salah satu penghuni ITS Online hingga diskusi-diskusi kecil yang tak kunjung ditemukan mana ujung pangkalnya, (nggacor, mengutip kata-kata oleh satu penghuni ITS Online). Tapi berkat rutinitas seperti inilah kedekatan diantara kami semua seakan tiada habisnya.

Rumah sekaligus kantor ini berpenghuni empat belas anak manusia dan beberapa waktu lagi rumah kecil kami akan mendapati anggota keluarganya yang baru. Diri ini pun mengakui, walaupun kami jarang bertemu dengan anggota keluarga yang komplit, karena kesibukan kami yang berbeda satu dengan yang lainnya. Tapi berkat Open Recruitmen Reporter ITS Online yang diadakan beberapa waktu lalu, membuat kami dapat berkumpul bersama. Hingga menghasilkan jepretan foto keluarga nun kecil itu.

Ada pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang. Oleh karena itulah, diri ini akan memperkenalkannya. Maka diri akan memperkenalkan angota keluarga ITS Online…..

Yang di tuakan:

Pertama. Jujur, diri ini tak begitu banyak mengenal Bapak satu anak ini. Tapi Bapak ini amat sangat disegani di rumah(Kantor ITS Online, Red). Karena Bapak yang bernama lengkap. Bekti Cahyo Hidayanto ini merupakan pimpinan kami. Segala keputusan bijaksana untuk kepentingan kantor ada di tangannya. Memang, akhir-akhir ini Beliau jarang megunjungi kami di rumah (Kantor ITS Online, Red) karena kesibukannya yang sangat padat. Tapi perlu diajungi jempol, dengan kesibukannya yang teramat padat ini, Pak Bekti sapaannya, masih dan selalu mengontrol dan mengawasi kami, walaupun jarang pula bersentuhan langsung dengan kami.

Kedua.Johan Asa Agusta. Anggota keluarga kami sering kali menyebutnya Bapak tapi banyak pula yang menyebutnya dengan sapaan Mas, mungkin karena usianya yang masih muda. Pria berzodiak Leo lebih banyak melanglang buana di ITS Online hingga akhirnya beliau diamanahi menjabat sebagai Wakil Pimpinan Redaksi. Beliau juga memiliki peran layaknya seoarang Bapak, selain mengurusi masalah keredaksian tentunya, masalah kerumah tanggaan di rumah kami, selalu dapat ditangani beliau dengan bijaksana. Kehadirannya selalu di cari-cari terutama di awal bulan hingga pertengan bulan, karena kehadirannya selalu di nantikan hampir oleh seluruh penghuni ITS Online, terutama penghuni ITS Online Miss Emosi( Keterangan Miss Emosi ada di bawah). Karena beliau juga yang berkewajian membagi-bagikan HR untuk seluruh penghuni ITS Online.

Pria yang memiliki nama lengkap Marji Wegoyono merupakan orang ketiga yang dituakan di rumah kami. Saat ini, beliau sudah non aktif menjadi akademisi ITS, akan tetapi beliau masih tetap saja mengunjugi rumah kecil di Perpustaan lantai 6. Dan untuk saat ini, selain menjadi Kakak bagi kami semua yang relatif masih muda di bawahnya. Beliau juga menjabat sebagai Redaktur. Alumnus D3 Computer Control ini, termasuk orang yang humoris diantara kami semua. Hingga tak jarang pula kami sering kali terpingkal-pingkal karena leluconnya. (Belum bisa menampilkan foto beliau, susah nyarinya….)

Selanjutnya Hanif Santoso. Pria keempat yang di tuakan di rumah kami ini, selain Kakak kedua, pria ini menjabat sebagai koordinator liputan. Karena amanah yang ia pegang, tak jarang pula bagi kita yang muda(Reporter) sering mendapatkan sms ataupun telpon mendadak dari pria yang sering di sapa Hanif ini. Bukan sms ataupun telepon yang sering dilakukan seorang Kakak untuk adik-adiknya, melainkan sms ataupun telepon yang mengingatkan kami yang muda akan kewajiban untuk liputan ataupun desakan deadline yang menggila. Mungkin hampir separuh hidup, mahasiswa Geomatika ini bergulat dengan dunia fotografi. Dan satu lagi, mungkin bisa dianggap penting. Menurut salah seorang teman, pria asal Situbondo ini termasuk orang yang cool, entah dari sudut pandang mana. Dan kata-kata khas yang sering dia lontarkan adalah “nda”, entah maksudnya apa, tapi kata-kata ini selalu ia ucapkan.

Berikutnya Ayos Purwoaji. Menurut diri ini, selain sebagai Kakak di rumah nun kecil itu dan juga Redaktur. Ia merupakan guru bagi diri ini. Hingga tak jarang pula, diri ini menyebut mahasiswa desan Industri ini dengan sebutan Suhu(Guru). Suhu yang sering kali mengajarkan diri ini tentang tulis menulis walaupun hanya sekedar menjawab pertanyaan yang sering diri ini lontarkan untuk membantu rampaungnya essay atau opini yang akan diri tulis nantinya. Hingga memberikan masukan positif atau negatif dari tulisan yang sering kali diri ini tulis. Mungkin julukan yang tepat untuk menggambarkan pria asal Jember ini adalah manusia freak. Tapi menurut teman satu jurusan, pria berkacamata ini termasuk typical orang yang enak di pandang mata. Entah, itu benar atau tidaknya.

Dan berlanjut dengan Labib Fayumi, orang yang dituakan dengan nomor urut keenam. Perlu diajungi jempol untuk hobi Kakak yang satu ini yakni suka nonton film, hingga julukan seorang Sufi(Suka Film) ia sandang. Selain itu pula, ia termasuk Kakak paling lucu dinatara Kakak yang lainnya. Oy, ada isu terhangat tentang Kakak yang juga menjabat sebagai Redaktur ini, ketika diri ini memutuskan untuk menuliskan keluarga kecil ini. Mahasiswa Teknik Informatika ini sedang terkena virus merah jambu, dan kini dia benar-benar sakit hingga badannya pun sempat pucat dan lemas. (Semoga cepat sembuh Kakak ^_^)

The last, Emal Zain MTB. Pria asal Riau ini, selain bijaksana ia juga termasuk orang pendiam. Tak banyak kata-kata yang sering terlontar darinya, kecuali jika ia lagi moody untuk berbicara. Dan dalam waktu dekat,ia akan menjabat sebagai redaktur di rumah. Hobi utamanya selain makan tentunya ia juga menyeimbangi otak nya dengan melahap buku-buku berat untuk dibaca. Hingga ia pun memiliki pustaka pribadi. Tapi ada kalanya, banyolan mahasiswa Teknik Sipil ini sering kali membuat penghuni di rumah terpingkal-pingkal pula karenanya.

Dan beralih kepada angkatan muda….

Bahtiar R Septiansyah, masih menurut teman, ia termasuk orang yang di segani. Banyak orang salut kepada rekan yang satu ini. Selain karena ia aktifis kampus di Legislatif Mahasiswa dan aktivis Jemaah Mesjid Manurui Ilmi, tulisannya pun banyak di kagumi teman sejawatnya. Pria dari Depok ini, sangat menggilai bola, selain itu pula ia juga sering kali memberikan hiburannya yang mungkin terasa garing tapi sering kali membuat kami tertawa. Menurut Bahtiar sapaanya, saat ini dia sedang kuliah di ITS Online sedangkan Teknik Perkapalan merupakan UKM yang sedang ia tekuni.

Selanjutnya, Fajjar Nuggraha. Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan ini termasuk penghuni setia di rumah. Mulai hari senin hingga Jumat ia habiskan waktunya di rumah. Pria dari tanah Borneo ini, untuk tahun ini sedang menggila dengan tugas-tugasnya. Ada isu terhangat pula untuk pria yang satu ini, ternyata pria yang kerap disapa fajar ini harus berjuang mati-matian bersaing dengan hanif yang untuk memperebutkan Dhi Ajeng (Ayos, Red). Sebagai penjelasan tambahan, Ayos dan Hanif bagaikan lem dan perangko mereka berdua amat sulit untuk dipisahkan. (Fajar berjuanglah untuk dapatkan Dhi ajeng…Whehehe)

Dan satu lagi pria yang termasuk angkatan muda. Januar Indra Y, atau lebih dikenal si raja Mangrove, hampir segala sesuatu yang berbau mangrove selalu diminatinya, hingga akhirnya mahasiswa Biologi berhasil brekreasi dengan mangrove hingga menjadikannya sebuah syrup. Pria yag juga memiliki kekerabatan dengan Pak Johan ini, memilki kegemaran menyenadungkan lagu ”Lintang” dari Ost. Laskar Pelangi. Bhakan pria asal Sidoarjo ini bisa jingkrak-jingkrak ditambah dengan mimik tak berdosa pula ketika menyenandungkan lirik lintang.

Setelah tentang para Kuam Adam, berikutnya giliran Kaum Hawa ITS Online…

Sebelumnya, perlu diakui ITS online selalu seja krisis perempuan, hingga tak jarang pula kami para kaum sering kali mengalami diskriminasi sosial oleh mereka para Kaum Adam. Oy, catatan penting lainnya, karena perempuan di rumah kami sangat terbatas. Di keluarga nun kecil itu, kami juga tak memiliki Ibu ataupun perempuan yang dituakan.

Oke, tak perlu berlama –lama, selanjutnya

Miss Emosi, alis Nur Rahma F…., Mahasiswa Teknik Lingkungan ini juga memiliki hobi hampir serupa dengan salah satu Kakak, yakni Labib Fayumi, yakni suka nonton film. Dan kata-kata ampuh yang sering terlontar darinya adalah ESMOSSI….Keberadaanya pun selalu menghibur suasana di rumah, karena berkat tingkah polahnya, membuat mahasiswa yang kerap disapa pipit ini sering di dzalimi oleh yang lain, sebagai bahan lelucon.(Phit, mohon maaf y untuk segalanya….^_^)

Berikutnya Tyzha Inandia…Kaum hawa asal Borneo yang juga msih punya keturunan arab ini juga meliki kepribadian unik. Selain karena gampang panik, ia juga termasuk orang yang susah di tebak, kadang garing kadang juga bisa diajak buat seru-seruan. Mahasiswa yang kering disapa Tyzha ini, juga hobi makan yang tentunya bersaing dengan Miss Emosi sesama Kaum Hawa tentunya. Oy, saat ini mahasiswa Desain Komunikasi Visual ini sedang bingung mencari isu terhangat untuk diangkatnya menjadi seuah opini hingga nantinya akan di post kanya di web ITS. (Tyz, kita tunggu lho opininya….^_^)

Giliran selanjutnya, Hana Qudsiah. Kadang kala Mahasiswa Teknik Kelautan ini lugu dan polos hingga tak jarang ia pun menjadi bahan yang menarik untuk sekedar lelucon di rumah. Makanan yang paling digemari, perempuan asal Depok ini adalah sereal ataupun makanan sejenis bubur yang lainnya. Dan ia juga merupakan rekan yang rela menemani diri ini waluapun hanya sekedar shalat berjemaah ataupun menemani diri ini untuk turun dari lantai jika malam menjelang. Karena ia merupakan saturekan yang mengerti bahwa diri takut akn gelap.

(Hana, Terima kasih banyak untuk segalanya ^_^)

Selanjutnya tentang diri ini…

Tak ada banyak yang bisa diri ungkap disini. Jadi lebih baik berkenalan langsung saja dengan orangnya….

Gimana????

^_^

Oya…Harapan Kecil Semoga Dapat Terwujud…

“Semoga Keluarga Nun KEcil ini dapat terus terjaga…Amien…”

9 Komentar »